Keunggulan penerapan single submission di pelabuhan tanjung perak

Keunggulan Penerapan Single Submission di Pelabuhan Tanjung Perak

Pengusaha Gabungan Importir Nasional seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Timur mengungkapkan keuntungan yang diperoleh dari penerapan layanan perizinan impor Single Submission (SSM) yang telah diterapkan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) GINSI Jawa Timur Romzi Abdullah Abdad menyebut ada percepatan waktu dua hari dalam pengurusan izin impor setelah diterapkan nya sistem SSm. TARE Penerapan pengajuan perizinan som dikonsep terintegrasi dengan skema Indonesia, Single Risk Management (ISRM) dan Indonesia National Single Window (INSW). Dengan penerapan sistem tersebut penyampaian pemberitahuan impor barang (PIB) dan permohonan pemeriksaan karantina (PPK) dapat dilakukan sekali jalan melalui for mulir SSm.

Dalam wawancara terpisah, Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya Musyaffak Fauzi menjelaskan pilot project penerapan SSm telah dilakukan di awal tahun ini di tiga pelabuhan, yaitu Belawan, Tanjung Emas dan Tanjung Perak. Selain itu kepala, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Tanjung Perak Surabaya Aris Sudarminto menandaskan penarapan pelayanan SSm juga dapat menekan biaya impor, selain juga memangkas waktu tunggu petikemas di pelabuhan hingga keluar pelabuhan (Dwelling Time). Bagi pengusaha GINSI, inovasi pelayanan ssm telah menjadi salah satu solusi yang tepat di tengah situasi sulit akibat dampak sosial ekonomi pandemi virus corona (COVID-19).

Saat ini, sesudah porses tersebut lebih disederhanakan oleh penerapan SSm, semua importer yang akan membuat pengajuab dokumen impornya dapat dilakukan satu atap. Disisi lain, layanan yang terhubung secara online bisa menghemat biaya operasional. Seperti pernah diberitakan, bahwa sistem pemeriksaan barang impor di pelabuhan tanjung perak, saat ini tidak lagi terpisah antara dokumen dan data. Pelabuhan tanjung perak dengan balai karantina sudah menggunakan SSm dan sistem yang diluncurkan oleh Pelabuhan Tanjung Perak kemungkinan akan diterapkan pemeriksaan dan karantina secara terbadu (Joint Inspection).

“Penerapan simplikasi sistem terintegrasi ini merujuk instruksi presiden (Inpres) No. 5 tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional yang memastikan target biaya logistik dapat ditekan sampai 17 persen,” kata Dirjen BC, Heru Pambudi saat peluncuran program SSm-Joint Insprction secara daring, Senin (12/10/2020). (sa/ms)

 

LEAVE REPLY

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *