Berita dan Buletin Ginsi Jatim - Impor di Jatim Stabil

Ginsi: Impor di Jatim Stabil

Program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC) yang sedang dilakukan oleh Bea Cukai sejak akhir 2016 lalu, diakui oleh Bambang Sukadi Ketua Gabungan Importir Seluruh Indonesia (Ginsi) Jatim, sangat berpengaruh.

“Jelas berpengaruh. Kalau dulu ada negosiasi supaya barang lolos, sekarang tidak bisa. Tapi ini tentunya akan menambah penghasilan negara juga nantinya,” ujarnya kepada¬†suarashrabaya.net, Selasa (11/7/2017).

Meski demikian, sampai saat ini, Bambang mengaku belum menerima keluhan dari anggotanya. Meski dia akui, anggota Ginsi Jatim masih sangat sedikit dari jumlah total importir yang ada.

Di Surabaya saja, menurut catatan Ginsi Jatim ada sebanyak 2.337 importir di Surabaya. “Sedangkan anggota kami hanya 700 importir. Sampai sekarang kami belum menerima keluhan dari anggota,” katanya.

Bambang mengatakan, kondisi kegiatan impor di Jawa Timur, terutama melalui Pelabuhan Tanjung Perak, kata Bambang, stabil. Itu kalau tidak boleh dikatakan stagnan.

“Karena, kami ini kebanyakan memang mengimpor bahan baku industri yang sebenarnya juga sudah diproduksi di dalam negeri. Misalnya pakan ternak,” ujarnya.

Bahan baku pakan ternak seperti jagung adalah komoditi yang sebenarnya juga sudah ada di dalam negeri. Dan impor ini dilakukan secara rutin, tanpa ada perkembangan yang berarti.

“Tapi, ya selama ini kondisinya bisa dikatakan stabil-lah. Kegiatan maupun barangnya stabil,” ujarnya.

LEAVE REPLY

Your email address will not be published. Required fields are marked *